Thursday, January 14, 2016

Bahan Reklantas Pak Irwan Analisis VCR dan Sekilas Teori Manajemen Lantas

Click to Download Via Mediafire

-Paket Analis VCR dan Teori RLL serta Pedoman Kapasitas.Zip (8 Mb)

Content of ZIP:
-Analisa VCR.Docx
-Tabel utk VCR.Docx
-Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia.Pdf
-Manajemen Lalu Lintas by Pak Irwan.Pdf
-Parkir by pak Irwan.Pdf
-Persimpangan Sebidang by pak irwan.pdf


-MKJI 1997. PDF Download


Friday, November 27, 2015

Mengenai Semen

 Komposisi, Definisi, Klasifikasi dan Standarisasi Semen 

Sahabat Civvie, pada artikel ini kita akan membahas secara rinci mengenai Definisi, Komposisi , sifat reaksi kimia, syarat dan standarisasi serta klasifikasi Semen (hidrolik/non hidrolik: pozzolan, portland dan sebagainya) . Semoga Bermanfaat !


                     
  Semen adalah zat yang digunakan untuk merekat batu, bata, batako, maupun bahan bangunan lainnya. Sedangkan kata semen sendiri berasal dari caementum (bahasa Latin), yang artinya "memotong menjadi bagian-bagian kecil tak beraturan".

  Untuk Sejarah Lengkap mengenai Penemuan Semen, silahkan lihat disini .


  Bahan Dasar Semen
Untuk membuat semen ada beberapa bahan-bahan yang sangat penting antara lain
  1. Batu kapur
Batu kapur merupakan komponen yang banyak mengandung CaCO3 dengan sedikit tanah liat, Magnesium Karbonat, Alumina Silikat dan senyawa oksida lainnya.
Senyawa besi dan organik menyebabkan batu kapur berwarna abu-abu hingga kuning  
  1. Tanah Liat
Komponen utama pembentuk tanah liat adalah senyawa Alumina Silikat Hydrat.
Klasifikasi Senyawa alumina silikat berdasarkan kelompok mineral yang dikandungnya :
    • Kelompok Montmorilonite
                        Meliputi : Monmorilosite, beidelite, saponite, dan nitronite
    • Kelompok Kaolin
                        Meliputi : kaolinite, dicnite, nacrite, dan halaysite
    • Kelompok tanah liat beralkali
                        Meliputi : tanah liat mika (ilite) 
  1. Pasir Besi dan Pasir Silikat
Bahan ini merupakan Bahan koreksi pada campuran tepung baku (Raw Mix).
Digunakan sebagai pelengkap komponen kimia esensial yang diperlukan untuk pembuatan semen.Pasir Silika digunakan untuk menaikan kandungan SiO2. Pasir Besi digunakan untuk menaikkan kandungan Fe2O3 dalam Raw Mix.

SEJARAH SEMEN


Asal Mula Semen

Semen berasal dari kata caementum yang berarti bahan perekat yang mampu mempersatukan atau mengikat bahan-bahan padat menjadi satu kesatuan yang kokoh atau suatu produk yang mempunyai fungsi sebagai bahan perekat antara dua atau lebih sehingga menjadi suatu bagian yang kompak atau dalam pengertian yang luas adalah material plastis yang memberikan  sifat rekat antara batuan-batuan konstruksi.

History Line of Cement Making

  Semen pada awalnya dikenal di mesir sekitar tahun 500  SM pada pembuatan piramida, yaitu sebagai pengisi ruang kosong di antara celah-celah tumpukan batu. Semen yang dibuat bangsa Mesir merupakan kalsinasi gypsum yang tidak murni, sedang kalsinasi batu kapur mulai digunakan pada zaman Romawi. Kemudian bangsa Yunani membuat semen dengan cara mengambil tanah vulkanik (vulcanic tuff) yang berasal dari pulau Santoris yang kemudian di kenal  dengan Santoris Cement. Banga Romawi menggunakan semen yang diambil dari material vulkanik yang ada dipegunungan  Vesuvius di lembah Napples yang kemudian di kenal dengan nama  pozzulona cement, yang diambil dari sebuah ama kota diItalia yaitu Pozzoula. Penemuan bangsa Romawi dan Yunani ini mengalami perkembangan lebih lanjut mengenai komposisi bahan dan cara pencampurannya, sehingga diperoleh mortar yang lebih baik pada abad pertengahan, kualitas mortar mengalami penurunan yang disebabkan oleh pembakaran limestone yang kurang sempurna, dengan tidak  adanya tanah vulkanik.

Tuesday, November 17, 2015

PEMBUATAN ASPAL JALAN ( ASPHALT MIXING PLANT)

       Asphalt Mixing Plant adalah suatu unit mesin atau peralatan yang digunakan untuk memproduksi material campuran antara aspal dengan material agregat batu.   Proyek-proyek pembangunan jalan tol perkerasan lentur maupun pelapisan ulang (overlay), umumnya mensyaratkan kontraktor untuk menggunakan asphalt mixing plant untuk produksi material lapis perkerasan seperti asphalt concrete.
Penggunaan asphalt mixing plant dimaksudkan untuk memproduksi material campuran perekerasan lentur dengan jumlah yang besar dengan mutu dan keseragaman campuran tetap terjamin (homogen).


Material batu pecah dan aspal akan dipanaskan secara terpisah sebelum dicampurkan. Suhu pencampuran pada alat ini umumnya berkisar 160 derajat celcius .
Dilihat dari mobilitasnya, pada umumnya Asphalt Mixing Plant (AMP) dibagi menjadi dua tipe yaitu :
(1) AMP yang permanen, dengan beberapa jenis cara produksinya. 
(2) AMP yang portable (mudah dipindah-pindah) dan dapat dipasang di dekat lokasi proyek untuk menghasilkan campuran aspal. 

Jika dilihat dari jenis produksinya maka secara umum AMP terbagi menjadi tiga tipe yaitu :
(1) AMP tipe batch (timbangan). 
(2) AMP tipe menerus (continuous)
(3) AMP tipe drum-mix.
1. Asphalt Mixing Plant Tipe Batch